Cegah Penyakit Berbahaya, Puskesmas Sragi gencar Imunisasi Penurunan Zerodose
Royalnews17.com — Upaya menekan angka balita telat imunisasi dasar (zerodose) terus digencarkan. Puskesmas Rawat Inap Sragi menggelar kegiatan Pelaksanaan Imunisasi Kejar bersama kader TP PKK Desa Baktirasa di Aula Kantor Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mendata sekaligus memberikan imunisasi kepada balita yang belum mendapatkan imunisasi dasar atau yang mengalami keterlambatan. Program ini menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular berbahaya pada anak.
Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Sragi, Ns. Yasir FA, S.Kep, menjelaskan bahwa istilah zerodose merujuk pada anak yang sama sekali belum menerima imunisasi dasar atau lupa imunisasi. Menurutnya, kondisi ini membuat anak sangat rentan terhadap penyakit seperti campak, polio, tetanus, hingga difteri.
Ia menegaskan bahwa imunisasi memiliki peran penting dalam mengurangi tingkat keparahan penyakit.
“Anak yang telah mendapatkan imunisasi, cenderung mengalami gejala yang lebih ringan dibandingkan anak yang belum diimunisasi sama sekali,” kata Yasir.
Ia juga menyampaikan dengan adanya kegiatan zerodose tidak ada lagi balita yang terlewat dari imunisasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi anak yang terlewat dari imunisasi. Harapannya, seluruh balita mendapatkan perlindungan optimal sehingga tumbuh sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Baktirasa, Sarna, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program imunisasi kejar ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran pentingnya imunisasi bagi anak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Rawat Inap Sragi dan seluruh kader yang telah melaksanakan kegiatan ini. Semoga program ini terus berlanjut dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya imunisasi demi kesehatan generasi masa depan,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menekan angka zerodose di wilayah Kecamatan Sragi serta meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini. (yd)

