LampungLampung Selatan

Siklus Banjir Tahunan Lamsel Terulang, PC IMM Lampung Selatan minta Pemkab Ambil Langkah Paten

Royalnews17.com – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Selatan hari ini, Selasa (10/03/2026), kembali memicu luapan air di sejumlah titik strategis. Berdasarkan pantauan data di lapangan, empat wilayah utama yakni Kecamatan Jati Agung, Natar, Tanjung Bintang, dan Tanjung Sari menjadi area terdampak dengan ketinggian air yang cukup mengganggu aktivitas warga dan merendam pemukiman serta lahan produktif.

Menyikapi bencana yang terus berulang ini, Ketua Umum PC IMM Lampung Selatan, Meysur Cindy Ahmad Syarif, memberikan kritik tegas terhadap pola penanganan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan. Meysur menilai, langkah pemerintah selama ini masih terjebak pada tindakan reaktif yang ia istilahkan sebagai kebijakan “pemadam kebakaran”.

​”Fenomena banjir di Jati Agung hingga Natar ini bukan hal baru, ini masalah tahunan. Namun, kita melihat pola penanganan Pemkab masih seperti pemadam kebakaran—baru bergerak saat air sudah masuk ke rumah warga. Memang benar bantuan logistik datang saat banjir terjadi, tapi itu bukan solusi akar masalah. Masyarakat tidak bisa terus-menerus hanya diberi bantuan darurat tanpa ada kepastian kapan banjir ini berhenti menghantui mereka,” tegas Meysur.

​Menurut Meysur, kehadiran bantuan logistik memang diperlukan dalam kondisi darurat, namun hal tersebut tidak boleh dijadikan sebagai pengganti kewajiban pemerintah dalam membangun infrastruktur pencegahan yang permanen. Data di wilayah Tanjung Bintang dan Tanjung Sari menunjukkan luapan air sering kali disebabkan oleh sistem drainase yang tidak memadai dan pendangkalan sungai.

​”Kita butuh langkah paten, bukan sekadar seremonial pembagian logistik tahunan. Pemkab harus berani melakukan audit besar-besaran terhadap tata ruang dan sistem drainase terintegrasi di empat kecamatan terdampak ini. Jangan sampai anggaran daerah habis hanya untuk penanggulangan dampak bencana, sementara sumber masalahnya tidak pernah disentuh dengan pembangunan mitigasi yang nyata,” lanjutnya.

​PC IMM Lampung Selatan meminta Pemkab untuk segera merumuskan masterplan penanggulangan banjir yang berkelanjutan. Meysur menekankan bahwa masyarakat di wilayah penyangga seperti Jati Agung dan Natar sangat menantikan aksi nyata dalam bentuk normalisasi sungai dan pembangunan kolam retensi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *