Diduga Asal Jadi, Coran Balok Pembangunan KDMP Mekar Mulya Retak dan Melengkung
Royalnews17.com — Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Mekar Mulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, diduga dikerjakan secara asal jadi. Proyek yang disebut-sebut menelan anggaran hingga miliaran rupiah itu kini menuai sorotan.
Program pembangunan KDMP sendiri merupakan bagian dari kebijakan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, sebagai upaya memperkuat perekonomian desa. Namun di lapangan, kualitas pekerjaan justru dipertanyakan.
Temuan di lokasi menunjukkan adanya coran balok kantilever yang mengalami retak bahkan tampak melengkung (bengkong). Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa proses pengerjaan tidak sesuai standar teknis konstruksi.
Informasi yang dihimpun dari salah satu pekerja di lokasi, Ujang, membenarkan adanya kondisi tersebut. Ia menyebut pembongkaran penyangga dilakukan terlalu cepat.
“Iya itu karena penyanggahnya di bongkar. Umur baru semalam udah di bongkar mau di bawa pakai untuk ngecor lagi,” kata Ujang saat berada di pembangunan KDMP pada Jumat (27/2/2026).
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pembongkaran penopang dilakukan saat umur beton belum cukup kuat menahan beban sendiri. Secara teknis, beton membutuhkan waktu tertentu untuk mencapai kekuatan optimal sebelum bekisting atau penyangga dilepas.
Jika benar penyangga dibongkar hanya sehari setelah pengecoran, hal itu berpotensi besar menyebabkan struktur mengalami lendutan hingga retak. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kualitas bangunan, tetapi juga dapat berdampak pada keamanan konstruksi dalam jangka panjang.
Situasi ini memunculkan dugaan bahwa pihak pelaksana proyek terlalu mengejar target pekerjaan atau melakukan penghematan material dan peralatan, tanpa mempertimbangkan standar mutu konstruksi yang semestinya dipatuhi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemborong maupun pengawas pembangunan KDMP Mekar Mulya terkait temuan tersebut. (yd)

