BandarlampungLampung

Peduli Kesehatan Balita, Mahasiswa KKN UNILA Ciptakan Alat Sensor Deteksi Stunting

Royalnews17.com — Universitas Lampung melalui Kelompok KKN Kelurahan Kota Karang kembali menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sebagai penutup rangkaian program pengabdian, mahasiswa KKN secara resmi menyerahkan alat sensor tinggi badan pendeteksi stunting kepada Posyandu Kelurahan Kota Karang pada Sabtu, (7/2/2026).

Kegiatan serah terima yang berlangsung di Kantor Kelurahan Kota Karang tersebut menjadi momen puncak pelaksanaan KKN setelah 30 hari menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir Kota Karang, Bandar Lampung.

Alat yang diserahkan merupakan inovasi teknologi tepat guna hasil karya orisinal salah satu mahasiswa KKN UNILA. Alat ini dirancang untuk membantu kader Posyandu mendeteksi indikasi stunting pada balita secara lebih praktis, cepat, dan akurat melalui pengukuran tinggi badan berbasis sensor.

Sebelum resmi diserahkan kepada masyarakat, alat tersebut telah melewati tahap uji coba lapangan di Posyandu Pulau Pasaran. Tim KKN juga melakukan sejumlah penyempurnaan berdasarkan masukan kader Posyandu dan tenaga kesehatan agar alat dapat digunakan secara optimal dalam kegiatan pelayanan rutin.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan mahasiswa KKN kepada kader Posyandu dan perangkat Kelurahan Kota Karang sebagai bentuk dukungan terhadap program pencegahan stunting di tingkat masyarakat.

Koordinator kelompok KKN Ferdy Pranata menyampaikan bahwa inovasi ini bukan sekadar program sementara, melainkan bentuk kontribusi berkelanjutan mahasiswa kepada masyarakat.

“Melalui alat ini, kami berharap proses pemantauan pertumbuhan balita menjadi lebih efektif dan akurat. Kami ingin meninggalkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat dan bisa terus digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Suasana penyerahan berlangsung hangat dan penuh apresiasi. Selain menyerahkan alat, tim KKN juga memberikan pelatihan singkat kepada kader Posyandu terkait tata cara penggunaan dan perawatan alat sensor tersebut.

Kehadiran inovasi ini mendapat sambutan positif dari kader Posyandu dan pihak kelurahan. Mereka berharap alat tersebut mampu mendukung upaya deteksi dini stunting sehingga penanganan terhadap tumbuh kembang anak dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya hadir melalui kegiatan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif berbasis kebutuhan masyarakat. Penyerahan alat sensor deteksi stunting ini pun menjadi penutup KKN yang meninggalkan manfaat nyata bagi pelayanan kesehatan masyarakat di Kelurahan Kota Karang.

Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN UNILA tidak hanya menyerahkan sebuah alat, tetapi juga meninggalkan warisan kepedulian, kreativitas, dan tanggung jawab sosial demi mendukung masa depan generasi penerus yang lebih sehat dan bebas stunting. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *