Pasca Viral Keluhan Pasien, dr. Luh K. Sri Utami Diduga Mangkir dari Rakor Evaluasi Pelayanan Puskesmas Bumidaya
Royalnews17.com – Pascaviralnya keluhan pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Rawat Inap Bumidaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, yang menuai sorotan publik, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bergerak cepat melakukan evaluasi.
Sebelumnya, seorang pasien bernama Ecep, warga Dusun Karang Mekar, Desa Mekar Mulya, mengeluhkan tidak pernah mendapat pemeriksaan langsung dari dokter selama dua hari menjalani perawatan di puskesmas tersebut. Keluhan itu kemudian menjadi perhatian publik setelah diberitakan media.
Ecep mengaku mulai menjalani perawatan sejak Selasa (21/7/2026). Hingga Rabu (22/7/2026), ia menyebut penanganan yang diterimanya hanya dilakukan oleh perawat berdasarkan instruksi dokter melalui sambungan telepon.
“Ya dikasih obat aja sama perawat. Barusan dicek napas dan jantung katanya normal. Dokternya belum ada yang ke sini, kata perawat tunggu dokter dulu,” ujar Ecep.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan tersebut telah sampai kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Sekda disebut langsung menginstruksikan Camat Palas untuk berkoordinasi dengan pihak puskesmas agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat segera diperbaiki.
Sebagai tindak lanjut, UPTD Puskesmas Rawat Inap Bumidaya menggelar rapat koordinasi internal yang dihadiri Camat Palas, Ns. Rosalina, S.Kep., M.Kep., bersama jajaran tenaga kesehatan.
Namun, dalam rapat evaluasi tersebut, dari tiga dokter yang bertugas di puskesmas, satu dokter diduga tidak hadir. Berdasarkan daftar absensi yang dipantau awak media, dokter yang tidak mengikuti rapat tersebut adalah dr. Luh K. Sri Utami.
Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Bumidaya, Saiful Anwar, S.K.M., M.Kes., membenarkan bahwa Camat Palas hadir bukan dalam kapasitas sebagai tenaga kesehatan, melainkan menjalankan mandat dari Sekda Lampung Selatan untuk melakukan pembinaan dan evaluasi pelayanan.
“Hari ini saya panggil semua petugas yang terkait seluruh jajaran puskesmas rawat inap hingga pustu. Inikan hanya satu masalah dengan masalah ini kita harus membuat penyelesaian banyak solusi, artinya kalau ini tidak diingatkan bisa saja terulang kembali di tempat yang lain. Di manapun berada kita harus memberikan pelayanan sesuai SOP kerja. Dalam momen ini sekalian saya sampaikan untuk perbaikan pelayanan, tadi juga dihadiri oleh camat langsung,” ujar Saiful usai rapat koordinasi di ruang kerjanya, Sabtu (25/7/2026).
Terkait ketidakhadiran salah satu dokter dalam rapat tersebut, Saiful mengaku sebenarnya berharap seluruh dokter hadir mengingat persoalan yang dibahas berkaitan langsung dengan pelayanan medis.
“Untuk dokter yang hadir ada dua, harapan kita ada tiga dokter tetapi ada satu dokter yang berhalangan hadir sehingga tidak bisa mengikuti rakor. Beliau beralasan dengan menyampaikan sudah ada agenda lain, kita juga tidak tahu agendanya apa. Harapan saya karena ini masalah yang menyangkut dokter, maka harapannya tiga dokter itu hadir supaya komitmennya jadwal yang sudah dibagi harus bisa dijalankan sehingga tidak ada lagi pasien yang perlu tenaga dokter sampai tidak ketemu dengan dokter,” jelasnya.
Saat dikonfirmasi mengenai siapa dokter yang bertugas saat pasien mengaku tidak mendapatkan pemeriksaan langsung, Saiful menyebut dokter piket saat itu adalah dr. Luh K. Sri Utami.
“Yang piket pada kejadian itu dokter Luh, memang beliau istrinya pejabat banyak kesibukan, namun selesaikan dulu yang di sini sebagai tanggung jawabnya,” tegas Saiful.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas pemerintah. Evaluasi yang dilakukan diharapkan menjadi momentum perbaikan sistem pelayanan, khususnya dalam memastikan kehadiran dokter sesuai jadwal piket sehingga pasien memperoleh pelayanan medis yang optimal.

