Tanggul Penangkis Way Pisang Palas Jebol, Belum Ada Perbaikan Petani Waswas Banjir Susulan
Royalnews17.com — Tanggul penangkis yang jebol di wilayah Way Pisang, Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), hingga kini belum mendapat perhatian maupun penanganan dari pemerintah daerah.
Tanggul tersebut jebol akibat luapan air yang mencapai badan tanggul saat hujan deras. Padahal, tanggul itu sebelumnya sempat diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Namun, pada Sabtu (3/1/2026), tanggul kembali mengalami kerusakan. Hingga enam hari pascakejadian, belum terlihat adanya tindakan perbaikan dari pihak terkait.
Kondisi tersebut membuat para petani di sekitar lokasi merasa khawatir. Ramli, petani asal Desa Pematang Baru yang menggarap sawah di wilayah tersebut, mengungkapkan keresahannya.
“Petani merasa waswas dengan keadaan tanggul jebol yang belum dapat perhatian dari pemerintah sampai saat ini, karena cuaca sekarang hujan tiga jam saja bisa mengakibatkan banjir untuk area persawahan, apalagi jebolnya tanggul belum dibenahi,” kata Ramli, Kamis (8/1/2026).
Ia berharap pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama dinas terkait dapat segera melakukan perbaikan agar petani tidak terus dihantui kekhawatiran.
“Rasa waswas petani yang ada di jalur ini supaya bisa tenang dan tidak kebanjiran,” tambahnya.
Harapan serupa juga disampaikan Saidina Ali, petani Desa Palas Aji. Ia meminta agar perbaikan tanggul segera dilakukan demi melindungi area persawahan dari ancaman banjir susulan.
“Karena petani di areal persawahan Palas Aji masih dihantui ketakutan akan datangnya banjir susulan. Kami berharap kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan tanggul yang jebol beberapa minggu yang lalu,” ungkap Ali.
Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan terutama bagi petani yang akan kembali menyebar bibit dan melakukan penanaman ulang.
“Kami takut ketika kami nyebar bibit ulang dan tanam akan datang banjir susulan. Kalau tanggul belum diperbaiki, maka ketika air datang akan masuk ke areal persawahan kami,” lanjutnya.
Saat dikonfirmasi, Basuki selaku Kepala Bidang Sumber Daya Air (Perairan) Dinas PUPR Lampung Selatan menyampaikan bahwa laporan tersebut tengah ditindaklanjuti.
“Informasi dari pihak balai, dalam tahap persiapan,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.
(yd)

