Warga Bali Agung Keberatan Diminta Rp30 Juta Usai Penggerebekan di Rejomulyo
Royalnews17.com — Warga Desa Bali Agung, Kecamatan Palas, Lampung Selatan mengaku keberatan atas tindakan sejumlah warga Desa Rejomulyo yang diduga meminta uang sebesar Rp30 juta sebagai syarat “perdamaian” setelah terjadi penggerebekan terhadap seorang pemuda berinisial W.
Peristiwa penggerebekan itu terjadi di Dusun Sridadi, Desa Rejomulyo pada Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 01.00 WIB. Warga setempat diduga mendapati W bersama seorang janda warga Rejomulyo, sehingga memicu aksi warga.
Menurut keterangan G, ayah dari W, ia baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 02.00 WIB. Ia bersama istri langsung menuju lokasi setelah mendapat kabar bahwa anaknya digerebek warga.
“Saya mengetahui itu sekitar jam 2 malam. Saya dan istri langsung ke lokasi, di mana pada saat kami di sana kami dimintai uang damai awalnya Rp100 juta, lalu nego hingga Rp50 juta dan berakhir di angka Rp30 juta,” ujar G saat dikonfirmasi di kediamannya pada Kamis (11/12/2025).
Karena khawatir anaknya diseret dan mengalami tindakan kekerasan, G mengaku terpaksa menyetujui permintaan warga.
“Saya iyain dulu dan saya minta waktu setengah bulan, tapi mereka meminta waktu 10 hari beserta jaminan sertifikat rumah atau tanah. Karena saya tidak punya sertifikat karena tergadai di bank, mereka meminta motor saya Honda Vario 2019 beserta BPKB-nya untuk jadi jaminan. Saat ini motor saya ditahan di rumah pak RT-nya di sana sebagai jaminan,” ungkapnya.
G menegaskan bahwa dirinya sangat keberatan dengan permintaan tersebut. Ia mengaku tidak mampu memenuhi nominal yang diminta.
“Saya juga keberatan dengan permintaan mereka. Jangankan Rp30 juta, saat ini saja mau nyediain Rp5 juta saja saya belum ada uang. Ini saja masih mikir nyari uang ke mana karena hari Senin besok pas 10 hari dari perjanjian. Perjanjiannya kami disuruh buat surat tertulis di atas kertas putih sebagai perjanjian yang bertanda tangan hanya saya dan anak saya aja,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu warga Dusun Sridadi, Desa Rejomulyo yang enggan disebut namanya membenarkan adanya penggerebekan tersebut.
“Iya benar, digerebek warga. Itu yang laki-lakinya warga Bali Agung, yang ceweknya warga Rejomulyo seorang janda,” ujarnya singkat. (*)

