LampungLampung Selatan

Bupati Lamsel Dianugerahi Gelar Adat Pengikhan Penata Marga, Ketua Panitia Tegaskan Cangget Bagha Simbol Pelestarian Budaya

Royalnews17.com – Tradisi adat Lampung kembali menegaskan perannya dalam kehidupan masyarakat modern. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, resmi dinobatkan sebagai Pengikhan Penata Marga dalam perhelatan adat Cangget Bagha Marga Katibung yang digelar di Lapangan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung, Rabu (10/12/2025).

Penobatan tersebut dilakukan langsung oleh tiga tokoh adat Marga Katibung, yakni Tuan Alam, Batin Sinar Alam, dan Paksi Sejati, sebagai bentuk pengakuan masyarakat adat terhadap kepemimpinan Bupati Egi.

Selain Bupati Lampung Selatan, gelar adat juga dianugerahkan kepada Ketua TP PKK yang sekaligus UKP Bidang Pariwisata, Zita Anjani dengan gelar Pekhikhan Cahya Marga, Wakil Bupati Lampung Selatan, Syaiful Anwar dengan gelar Batin Penata Gama, serta Wakil Ketua TP PKK, Reni Apriyanidengan gelar Batin Mustika. Ketiganya berhalangan hadir dalam prosesi penobatan.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang mendalam atas gelar adat yang disematkan kepada dirinya dan sang istri.

Ia menegaskan bahwa adok adat bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah besar yang mengandung nilai filosofis serta kepercayaan masyarakat adat.

“Gelar yang disematkan kepada kami merupakan anugerah yang amat tinggi. Ini akan menjadi kebaikan, kekuatan, serta menambah tekad kami untuk memajukan Kabupaten Lampung Selatan di masa mendatang,” ujarnya.

Ia menambahkan, penganugerahan gelar tersebut menjadi tanda penerimaan penuh dari masyarakat adat sekaligus memperkuat tanggung jawab moral dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Sementara itu, Ketua Panitia Cangget Bagha, Fahrizal Purba, menjelaskan bahwa Cangget Bagha merupakan tarian adat Lampung yang dilaksanakan dalam rangka prosesi pemberian adok atau gelar adat. Menurutnya, pelestarian budaya di tengah derasnya arus digitalisasi menjadi tantangan yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Fahrizal juga memaparkan bahwa wilayah Marga Katibung membentang dari Sukamarga hingga Rangai Tunggal, termasuk sebagian wilayah Candipuro dan Jambat Besi, dengan keberagaman suku besar Pepadun dan Sai Batin.

“Marga Katibung adalah miniatur Lampung. Keberagaman adat di sini menjadi kekuatan bersama dan dapat menjadi sarana mempromosikan budaya Lampung ke tingkat nasional,” tambahnya.

Perwakilan tokoh adat, Herdiansyah, menyampaikan bahwa penganugerahan gelar adat kepada Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan merupakan bentuk apresiasi atas capaian pembangunan serta kepemimpinan yang dinilai mampu membawa kemajuan daerah.

Ia juga menambahkan bahwa pada malam harinya digelar kegiatan Muli Mekhanai Katibungsebagai rangkaian acara adat yang melibatkan masyarakat dari seluruh wilayah marga.

Acara Cangget Bagha Marga Katibung turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, unsur Forkopimda, Kepala Badan Kesbangpol, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Camat Katibung, para tokoh adat, kepala desa, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Suasana khidmat sekaligus meriah menjadi gambaran kuat tingginya penghormatan masyarakat terhadap tradisi adat yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi. (yd/kmf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *