LampungLampung Selatan

Akses Petani Palas Terancam Putus, Jembatan Way Pisang Mengalami Retak dan Pondasi Ambles

Royalnews17.com — Petani di Desa Palas Aji serta Desa Pasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, tengah dilanda keresahan. Jembatan Way Pisang yang menjadi akses utama menuju area persawahan setempat mengalami keretakan serius setelah diterjang banjir pada musim hujan.

Menurut warga, kerusakan terjadi akibat faktor usia dan dorongan puing serta sampah yang menumpuk ketika banjir. Selain retak pada badan jembatan, bagian pondasi kaki jembatan juga mengalami amblas karena tergerus arus air.

Untuk mencegah kerusakan semakin parah, para petani bergotong royong membersihkan sampah yang menyangkut pada jembatan tersebut. Namun, upaya itu dinilai belum cukup karena struktur jembatan kini tampak doyong dan berpotensi ambruk sewaktu-waktu.

Mat Nur, yang menjadi ketua pembangunan jembatan saat pertama kali dibangun, menjelaskan bahwa jembatan tersebut berdiri sejak tahun 1985 dan dikerjakan secara swadaya oleh petani.

“Jembatan ini dibangun tahun 1985, dananya swadaya dan pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh para petani Desa Palas Aji dan Palas Pasemah. Jaman itu belum ada Dana Desa maupun APBD yang menyentuh pembangunan jembatan ini. Kondisinya sekarang sudah doyong,” kata Mat Nur, Senin (8/12/2025).

Romlan, salah satu sesepuh Desa Palas Aji, menegaskan bahwa jembatan ini merupakan akses vital bagi petani. Ia berharap pemerintah segera menindaklanjuti kondisi tersebut.

“Berkali-kali kami sudah mengusulkan kepada pemerintah agar jembatan ini dibangun atau direhab karena ini jembatan sangat dibutuhkan oleh petani yang sering melintas,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Anggota BPD Desa Palas Aji, Muslim Akmal Bahri, yang meminta pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten untuk segera menangani kondisi jembatan.

“Saya selaku anggota BPD Desa Palas Aji berharap kepada pemerintah untuk merehab ataupun membangun kembali jembatan penyeberangan Way Pisang, baik dari Dana Desa maupun APBD Kabupaten atau Provinsi. Karena kami selaku petani Desa Palas Aji sangat membutuhkan jembatan ini untuk akses mengangkut hasil panen ataupun mengangkut pupuk dan lain sebagainya ketika musim tanam,” ungkap Muslim di sela-sela kegiatan gotong royong. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *