LampungLampung Selatan

Produksi Pangan Melonjak: Zulhas Tegaskan Gotong Royong Kunci Ketahanan Nasional

Royalnews17.com Pemerintah pusat kembali menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan nasional. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyebut gotong royong menjadi fondasi utama keberhasilan Indonesia menjaga stabilitas pangan, termasuk melalui kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Hal itu disampaikan Zulhas saat melakukan penanaman jagung bersama Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo di SMA Kebangsaan, Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (2/12/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, serta jajaran Forkopimda Provinsi Lampung.

“Kata orang, polisi kok tanam jagung? Itulah Indonesia, gotong royong,” ujar Zulhas.

Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dicapai tanpa sinergi antarlembaga dan mengapresiasi Polri yang kini aktif terjun dalam program swasembada pangan.

Zulhas juga melaporkan bahwa kinerja sektor pangan nasional terus menunjukkan tren positif. Produksi beras meningkat dari 30 juta ton menjadi 34,7 juta ton atau naik lebih dari 13 persen. Harga gabah dan jagung pun membaik sehingga memberikan keuntungan bagi petani.

“Harga gabah sekarang minimal Rp6.500 per kilogram, jagung minimal Rp5.500 per kilogram. Stok beras di Bulog mencapai 4,7 juta ton,” jelasnya.

Lebih jauh, pemerintah sedang menyiapkan pembangunan gudang Bulog baru, Rice Milling Unit (RMU), pabrik padi skala besar, serta pabrik pakan dan GPS (Grand Parent Stock) unggas di Lampung untuk memperkuat produksi pangan berbasis protein.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah kolaboratif pemerintah pusat dan Polri.

“Kami di Lampung Selatan siap menjadi ruang kolaborasi. Ketika Polri, pemerintah, dan petani bergerak bersama, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Penanaman jagung ini bukan simbol, tetapi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegas Bupati Egi. (yd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *