Menko Zulkifli Hasan Minta Petani Jaga Gunung Rajabasa: “Hutan Lindung Tidak Boleh Diapa-apakan”
Royalnews17.com — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Rajabasa. Pesan tersebut disampaikan saat berdialog dengan 200 petani dari 10 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial, Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Selasa (2/12/2025).
Dalam dialog yang berlangsung hangat itu, Zulkifli Hasan menekankan bahwa Gunung Rajabasa merupakan kawasan hutan lindung yang tidak boleh dieksploitasi sembarangan. Menurutnya, pembukaan lahan pertanian sayuran di kawasan lindung dapat memicu kerusakan ekologis.
“Hutan lindung ini tidak boleh diapa-apakan. Boleh dimanfaatkan, tetapi tidak boleh dijadikan lahan pertanian sayuran,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penggundulan hutan akan menjadikan wilayah di bawahnya rentan banjir dan bencana ekologis lainnya.
Pada kesempatan tersebut, acara juga dirangkai dengan penanaman simbolis bibit kopi dan kakao sebagai bentuk dukungan terhadap praktik perhutanan sosial berkelanjutan.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, jajaran Forkopimda, serta Duta Besar Norwegia, Belgia, Jerman, dan Belanda yang tergabung dalam Amsterdam Declarations Partnership (ADP). Kehadiran para diplomat memperkuat komitmen internasional dalam mendukung pelestarian kawasan Gunung Rajabasa.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pelestarian Gunung Rajabasa harus menjadi agenda bersama pemerintah dan masyarakat.
“Gunung Rajabasa adalah sumber kehidupan bagi ribuan warga. Kami di daerah berkomitmen menjaga hutan lindung ini tetap utuh, dan kami mengajak masyarakat untuk mengelola kawasan secara bijak dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah pusat berharap kolaborasi pemerintah daerah, petani, dan mitra internasional dapat menjaga Gunung Rajabasa tetap hijau untuk generasi mendatang. (yd)

