Parah!!! Proyek Drainase di Kedaung, Diduga Gunakan Material Tidak Standar, Pekerjaan Asal-Asalan
Royalnews17.com – Proyek pembangunan Sistem Drainase Lingkungan di Dusun Kedaung Lama, Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, menuai kritik tajam dari warga. Pekerjaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025 senilai Rp198.159.640,00 itu diduga dikerjakan tanpa mengedepankan standar teknis konstruksi.
Pantauan awak media di lokasi pada Sabtu (22/11/2025) mengungkap sejumlah kejanggalan. Sejumlah bagian drainase tampak tidak kokoh, menggunakan batu lapis dan bebatuan bulat kecil, bukan batu belah sebagaimana lazim digunakan pada konstruksi drainase standar. Kondisi lebih memprihatinkan terlihat pada bagian pondasi yang tampak rongga menganga, sambungan batu tidak merekat, dan lantai dasar tidak ditemukan karena adukan semen diduga minim.
Warga yang setiap hari melintas di sekitar proyek turut mempertanyakan kualitas pekerjaan tersebut.
“Kalau dilihat dari dekat, kelihatan banget batunya lapis berdiri tegak terlihat rongga menganga. Ada dan sambungannya juga nggak nempel sempurna. Ini bisa bahaya kalau nanti hujan deras datang,” ujar seorang warga berusia 52 tahun yang enggan disebutkan namanya.
Ia menilai proyek terkesan dikerjakan terburu-buru tanpa memperdulikan mutu.
“Anggarannya besar, tapi hasilnya seperti ini. Warga hanya ingin pembangunan yang benar-benar bermanfaat dan tahan lama,” tambahnya.
Kritik serupa disampaikan warga lainnya yang menyoroti lemahnya pengawasan dari instansi terkait.
Menurutnya, dugaan penggunaan material tidak sesuai spesifikasi atau pekerjaan yang tak sesuai RAB harus ditindak.
“Proyek publik seperti ini harus transparan dan diawasi ketat. Kalau benar ada penggunaan material tidak standar atau pekerjaan yang tidak sesuai RAB, itu jelas melanggar aturan teknis. Kami mendorong Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan langsung,” tegasnya.
Sementara itu, Tutus, orang kepercayaan dalam proyek tersebut, menyampaikan bahwa para pekerja sedang libur.
“Hari ini lagi gak kerja, mau minta uang belum dikasih. Kerjaanya punya bang Amsat kita cuma pekerja aja. Pajangnya 330 meter kanan kiri. Dua hari gak kerja, kalau kemaren kita libur karena Jumat, kalau hari ini gak kerja karena tukangnya meriang, tapi sebelum meriang mereka ngajuin pinjaman sekitar 500 ribu ke saya tapi kita lagi gak ada uang,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon pada Sabtu (22/11/2025).
Saat ditanya mengenai temuan di lapangan seperti tidak adanya lantai dasar, batu yang kopong, dan adukan semen yang diduga tidak maksimal, ia mengakui kekurangan tersebut.
“Kalau udah tau salah gitu udah dikasih taukan, kami enak lebih diperbaiki lagi. Kalau gak dikasih tau kita gak tau kak,” ungkapnya.
Berdasarkan papan informasi pekerjaan, proyek ini merupakan Pembangunan Sistem Drainase Lingkungan Desa Kedaung Kecamatan Sragi dengan masa pelaksanaan 60 hari kalender, tercantum hingga Desember 2025, dan dikerjakan oleh penyedia jasa CV. WAY BAMBAN. (tim)

