Baru Tiga Hari di Cor Sudah Retak-retak, Proyek 12,6 M, Pembangunan Bahu Jalan di Desa Bumi Daya tidak sesuai Spesipikasi
Royalnews17.com – Proyek Pembangunan Jalan Bumi Daya – Bumi Restu Hingga Trimomukti Jadi Sorotan Warga Pasalnya, Cor Beton Bahu Jalan tepatnya Di Area Pasar Bumidaya Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan tak sesuai Spesipikasi baru tiga hari di cor sudah retak, padahal tidak ada kendaraan roda empat yang melelaui bahkan jalan masih dalam penutupan sementara.
Tak hanya di area pasar bumi daya Jalan Tanjakan dan Turunan Dusun Wonogiri Desa Bumi Daya Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan tampak tak mampu menahan usia meski belum lama dikerjakan. Beberapa bagian permukaannya terlihat mengalami retak-retak dini, memicu keresahan warga yang mempertanyakan kualitas proyek tersebut,
Pantauan tim media Di lokasi menunjukkan kondisi retakan yang cukup jelas di sepanjang Bahu jalan , Proyek yang menelan anggaran Rp.12.647.800.866,00 dari Dana APBD Tahun Anggaran 2025 dengan kualitas cor beton yang dikabarkan menggunakan K300 itu kini menuai sorotan dari masyarakat setempat.
RR salah satu masyarakat yang setiap hari bekerja sekitar pasar bumi menyampaikan kekecewaannya.
“Baru saja dicor kemaren rabu, sudah retak- retak. Seharusnya kualitasnya lebih diperhatikan,” ungkapnya pada Sabtu (1/11/2025), malam.
Retaknya Cor Bahu Jalan yang baru seminggu dibangun ini memunculkan pertanyaan tentang proses pengerjaan dan pengawasan proyek tersebut. Warga menilai pengerjaan proyek yang menggunakan uang rakyat harus mengedepankan kualitas agar tidak menjadi pemborosan anggaran.
Masyarakat berharap pihak pemerintah Kabupaten bersama instansi terkait segera melakukan pengecekan ulang terhadap hasil pekerjaan Cor Bahu Jalan tersebut. Jika memang ditemukan indikasi kekurangan mutu atau kesalahan teknis, warga mendesak agar dilakukan perbaikan secepatnya.
“Kami ingin jalan ini bermanfaat jangka panjang, bukan hanya formalitas pelaksanaan proyek. Ini dari uang rakyat, jangan disia-siakan,” ujar warga lainnya.
Proyek pembangunan infrastruktur Kabupaten, terutama Cor rabat beton, menjadi salah satu sarana penting untuk menunjang mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian. Oleh karena itu, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian serius semua pihak agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, pembangunan yang menggunakan sumber anggaran APBD Kabupaten Lampung Selatan itu dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Mereka menduga pekerjaan tersebut tidak menghasilkan bangunan yang berkualitas.
Adapun leading sectornya adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Selatan , dengan pelaksana pekerjaan CV. ADIE JAYA PERKASA.
Hingga berita ini ditayangkan, konfirmasi yang dilayangkan awak media pada Konsultan Dan Pelaksana Belum Membuahkan Hasil Alias Bungkam. (tim)

