Warga Soroti Dana CSR PT Ranso, Kades Sukamulya Akui Ambil Kebijakan Sendiri
Royalnews17.com – Warga Dusun Blora, Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan menyoroti kebijakan Kepala Desa yang diduga melakukan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Ranso Welvarindo.
Sekitar 10 warga mendatangi Kantor Desa Sukamulya untuk menanyakan dana CSR yang diberikan perusahaan tersebut sebagai kompensasi bagi warga Dusun 3 dan Dusun 4 yang terdampak aktivitas penggemukan sapi sejak tahun 2022.
Iwan, warga Dusun 3, mengatakan dana CSR yang diberikan oleh pihak PT Ranso sebesar Rp500 ribu sejak 2022. Namun, hingga kini warga tidak mengetahui penggunaannya karena dana tersebut diambil oleh pihak desa.
“Selama ini kami hanya diam tentang dana CSR yang di berikan oleh PT Ranso, sekarang ini kami ingin kejelasan dari Kepala Desa digunakan kemana dana CSR 2022 hingga sekarang. Karna kami Dusun 3 dan 4 yang terdampak dengan aktivitas pihak PT, tapi kami tidak pernah mengetahui kegunaannya,” ucapnya pada Kamis, 14/8/2025.
Ia menambahkan, dana tersebut seharusnya diserahkan ke Dusun 3 dan Dusun 4 untuk kepentingan warga yang benar-benar terdampak. Ia juga berharap ada transparansi serta tindakan tegas dari pihak desa atau instansi terkait guna memastikan dana CSR benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, bukan individu.
Menanggapi sorotan warganya, Kepala Desa Sukamulya, Pujiadi, menjelaskan dana tersebut diambil pihak desa atas kebijakan kepala desa. Menurutnya, dana CSR digunakan untuk kepentingan dusun, seperti kegiatan gotong royong dan membantu warga yang mengalami musibah kematian, serta keperluan dusun lainnya.
“Itu saya ambil atas kebijakan saya selaku kepala desa, atas musyawarah bersama BPD, dan aparatur desa, bantuan dana CSR sebesar Rp500 ribu, dana tersebut di pergunakan untuk kepentingan Dusun seperti gotong royong dan kepentingan dusun lainnya,” kata Kepala Desa Pujiadi.
Pujiadi menambahkan, dana CSR tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan seluruh dusun di Desa Sukamulya yang berjumlah delapan dusun. Namun, setelah dilakukan diskusi, mulai Agustus 2025 pengambilan dana CSR akan diserahkan langsung kepada masing-masing dusun atas rekomendasi kepala desa. (sw/yd).

