LampungLampung Selatan

Traktor Perahu Hadir Perdana di Lampung Selatan, Aribun Sayunis: Solusi untuk Pengolahan Lahan Cepat

Royalnews17.com – Traktor boat atau traktor perahu untuk bajak sawah hadir perdana di Kabupaten Lampung Selatan. Kehadiran alat mesin pertanian (alsintan) modern ini diuji coba langsung oleh para petani di kawasan persawahan Desa Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Sabtu (5/7/2025).

Traktor perahu, yang dikenal juga dengan istilah boat tractor, dirancang khusus untuk mengolah lahan sawah berlumpur dalam, terutama di wilayah rawa-rawa. Alat ini diklaim mampu bekerja di lahan kering maupun basah, sehingga diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah pekerjaan petani.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, H. Aribun Sayunis, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa traktor perahu merupakan solusi tepat untuk pengolahan tanah di lahan rawa.

“Mudah-mudahan dengan traktor model seperti itu bisa mempercepat pengolahan lahan,” ujar Aribun.

Meski masih dalam tahap prototipe, traktor tersebut sudah menunjukkan performa yang cukup menjanjikan.

“Lahan yang sudah produktif mampu diolah oleh traktor perahu yaitu dua setengah hektare dalam satu hari,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa fitur pada traktor perahu sudah cukup lengkap dan tidak jauh berbeda dengan traktor pada umumnya.

“Ada roda apung, ada singkal, bajak, luku, rotari,” jelasnya.

Aribun berharap keberadaan traktor perahu ini dapat mendukung visi Presiden dalam mewujudkan kedaulatan dan swasembada pangan nasional.

“Kita harus menyiapkan alat-alat yang modern seperti traktor perahu, kereta pator, drone, combine, dan alat tanam mesin,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa alat tersebut dibelinya dari PT Adro sebagai percontohan dan akan diajukan lebih lanjut jika mendapat respon positif dari petani.

“Saya beli dari PT Adro untuk ditrial di lokasi kita pertama di Lampung Selatan. Ke depan, tergantung pada kelompok tani. Jika mereka berminat, maka akan kita ajukan anggaran di Provinsi Lampung dan juga ke kementerian,” terangnya.

Selain traktor perahu, Aribun juga memperkenalkan teknologi drone tanam berbasis GPS.

“Saya bisa menginstruksikan dari jauh. Itu autonomous, bisa ada treknya,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga memaparkan adanya teknologi mikroorganisme yang digunakan sebagai pemberat gabah saat ditebar. Teknologi ini diklaim mampu menyuburkan tanah dan meningkatkan daya tumbuh padi. (yd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *