LampungLampung Selatan

Program Ketahanan Pangan di Mekarmulya Mandek, Ketua Gapoktan Jual Sapi untuk Anakan

Royalnews17.com — Program ketahanan pangan di Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang dilaksanakan sejak 2023 hingga 2024, dinilai belum menunjukkan hasil signifikan meski telah menyedot anggaran ratusan juta rupiah.

Program ini berupa pengadaan ternak sapi. Pada tahun 2023, desa mengalokasikan anggaran untuk pembelian dua ekor sapi, masing-masing seharga Rp15 juta. Setahun kemudian, pembelian kembali dilakukan untuk lima ekor sapi dengan harga yang sama per ekor. Total, terdapat tujuh ekor sapi yang dikelola dalam program ini.

Ketujuh sapi tersebut digaduh oleh Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Multi, Darto. Saat dikonfirmasi pada Rabu, 18 Juni 2025, Darto membenarkan bahwa empat dari tujuh ekor sapi itu telah dijual.

“Iya, mas, ada tujuh ekor. Tapi empat ekor sudah saya jual karena tidak berkembang, tidak beranak sejak dibeli,” ujar Darto.

Darto mengklaim bahwa hasil penjualan digunakan untuk membeli sapi anakan yang lebih potensial untuk dikembangbiakkan. “Ada yang saya jual Rp14 juta, ada juga Rp17 juta. Uangnya saya belikan delapan anakan sapi supaya bisa dikembangbiakkan lagi,” jelasnya.

Kepala Desa Mekarmulya, Cahyanto, membenarkan bahwa penjualan sapi tersebut memang terjadi. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci nilai jual maupun pembelian kembali ternak.

“Saya memang menyarankan dijual, tapi dengan catatan: satu ekor dijual dibelikan dua. Satu untuk desa, satu untuk yang gaduh. Sistem ini agar ada hasil untuk desa ke depan,” ungkap Cahyanto, Sabtu, 21 Juni 2025.

Ia menambahkan, hingga saat ini program tersebut belum memberikan kontribusi pendapatan bagi desa karena sapi-sapi tersebut belum beranak. Namun, apabila upaya pengembangbiakan berhasil, hasilnya akan dibagi dua antara desa dan penggaduh sebagai bentuk pendapatan desa. (*tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *