Peluncuran MBG di Palas Tercoreng Dugaan Ulah Penyedia Nakal
Royalnews17.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo, baru-baru ini resmi diluncurkan di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, pada Selasa, 10 Juni 2025. Salah satu sekolah yang melaksanakan program ini adalah MTs Ma’arif Bumi Restu.
Namun, diduga pihak penyedia nakal dipelaksanaan hari pertama program ini menuai sorotan setelah ditemukan adanya ketidaksesuaian menu makanan yang diterima oleh para siswa. Dari total 227 siswa, sekitar 100 siswa mendapatkan menu yang berbeda dibandingkan siswa lainnya.
Sebagian siswa menerima menu utama yang terdiri dari nasi, ayam, sayur, dan buah jeruk. Sementara itu, siswa lainnya hanya mendapatkan nasi, telur rebus, buah jeruk, serta dua bungkus makanan ringan kemasan, yakni biskuit Malkist dan kue Padi Mas.
Kepala MTs Ma’arif Bumi Restu, Keri, menyampaikan bahwa pihak sekolah tidak mengetahui sebelumnya mengenai perbedaan menu ini.
“Saya juga bingung kenapa menunya berbeda,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media pada Rabu, 11 Juni 2025.
Pihak sekolah kemudian mencoba mengklarifikasi hal tersebut ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Palas. Menurut penjelasan yang diterima, perbedaan menu terjadi karena adanya kekurangan makanan.
“Kami coba klarifikasi ke kantor SPPG, jawabannya karena kekurangan makanan,” ujar pihak sekolah. Diketahui, kantor SPPG Kecamatan Palas berlokasi di Desa Bumi Restu, Lampung Selatan.
Upaya media untuk menghubungi pihak penyedia makanan, yang disebut-sebut bernama Rohim, belum mendapatkan respons. Kontak yang dihubungi tidak aktif hingga berita ini diturunkan.
Sejumlah orang tua murid mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas makanan yang diberikan.
“Anak saya bilang makanannya kurang enak,” kata salah satu wali murid.
Padahal, program MBG bertujuan mulia: untuk meningkatkan swasembada pangan, mengurangi angka kekurangan gizi, serta mendukung kesejahteraan masyarakat lokal. Menu makanan dalam program ini seharusnya disusun berdasarkan standar gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), dengan mempertimbangkan keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Selain itu, standar penyusunan menu MBG juga mencakup pemanfaatan bahan pangan lokal, kebersihan, variasi menu, dan penampilan makanan agar menarik bagi anak-anak. Penyesuaian dengan selera lokal pun menjadi bagian dari pertimbangan dalam penyajian makanan.
Pemerintah diharapkan segera mengevaluasi pelaksanaan awal program ini, agar ke depan kualitas dan pemerataan dalam penyediaan makanan bagi seluruh siswa dapat terjamin sesuai standar. (tim)

