LampungLampung Selatan

Yuti Serap Aspirasi Warga Kalirejo Ajukan Pembangunan Jalan yang terakhir di Bangun 2010

Royalnews17.com – Ketua Komisi III DPRD Lampung Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Yuti Rama Yanti, menggelar kegiatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Desa Kalirejo, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, pada Senin (17/2/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber Ahyar Efendi, aparatur desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sesi tanya jawab, warga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan jalan Dusun Karang Jaya sepanjang 1.700 meter serta pemasangan aliran listrik ke area persawahan.

“Terakhir jalan ini dibangun saat Pak Hipni masih menjabat sebagai anggota dewan, sekitar tahun 2010. Harapan kami, Ibu bisa memperjuangkan agar jalan ini kembali dibangun. Selain itu, kami juga meminta pemasangan kabel listrik di area persawahan. Tiangnya sudah terpasang sekitar dua tahun lalu, tapi sampai sekarang belum ada aliran listriknya,” ujar Wawan, salah satu warga Kalirejo.

Menanggapi aspirasi tersebut, Yuti Rama Yanti menyatakan akan mengupayakan realisasi perbaikan jalan tersebut.

“Insyaallah kita usahakan, meskipun mungkin tidak bisa full karena anggaran harus dibagi dengan daerah lain. Silakan dibuat proposalnya, nanti akan kita ajukan kembali,” ujarnya.

Terkait pemasangan listrik di area persawahan, Yuti mengungkapkan bahwa pengajuan ke PLN sudah dilakukan dan pihaknya akan kembali berkoordinasi untuk memastikan progresnya.

“Saya sudah bicara dengan Pak Kadus, katanya sudah diajukan ke PLN dan direncanakan tahun ini. Nanti akan saya komunikasikan lagi agar bisa segera terealisasi,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber Ahyar Efendi menjelaskan bahwa IPWK merupakan bagian dari kegiatan anggota DPRD di luar sidang, yang bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan.

“Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara, yang dilandasi oleh jati diri bangsa serta kesadaran terhadap sistem nasional. Semua itu bersumber dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Ahyar.

Ia juga menekankan bahwa Pancasila adalah pedoman utama bangsa Indonesia dalam menjaga keberagaman dan persatuan.

“Indonesia adalah negara republik di mana kedaulatan berada di tangan rakyat. Dengan pemahaman yang baik terhadap ideologi bangsa, kita dapat bersama-sama membangun masyarakat yang aman, adil, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya. (yd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *