(Video) Sekcam Palas dan Aparatur Desa Gembiraria Mandi ditengah Curah Hujan
Royalnews17.com — Sambut turunya curah hujan dengan gembiraria Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Palas dan aparatur Desa yang ada di Kecamatan Palas, Lampung Selatan mandi hujan.
Turunya curah hujan di Kecamatan Palas tersebut sepontan membuat Sekcam Palas dan Aparatur Desa Kecamatan Palas Mandi ditengah turunnya curah hujan.
“Niat tadi dari desa pematang baru, usai acara bagi BLT-DD, kalau hujan pulangnya aku mau mandi hujan,” ucap Sekcam Palas, Suyadi, SE kepada media saat di Kantor Pemerintah Kecamatan pada Rabu, (25/10/2023).
Lebih lanjut, Suyadi juga mengatakan pada saat diperjalanan dari Desa Pematang Baru ke Kantor Pemerintah Kecamatan dirinya diguyur hujan.
“Aku langsung sekalian mandi hujan didepan kantor kecamatan,” katanya.
Beredar juga video sejumlah aparatur Desa Palas Pasemah sambut dengan gembira turunnya curah hujan dan mandi ditengah turun curah hujan saat berada di balai Desa Palas Pasemah.
Berikut video Sekcam Palas dan aparatur Desa sambut gembiraria turunnya curah hujan :
Informasi terkini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dikutip dari Kompas.com BMKG memberikan update sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan badai periode 25-30 Oktober 2023. Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui unggahan di Instagram @infobmkg pada Selasa (24/10/2023).
“Mari cek potensi curah hujan di wilayah Indonesia pada tanggal 25-30 Oktober 2023. Tetap waspada selalu Sobat,” tulis unggahan tersebut.
Sejumlah wilayah memasuki musim hujan Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan, sebagian wilayah Indonesia akan dilanda hujan pada lima hari ke depan.
“Saat ini sudah masuk musim hujan di wilayah utara equator (di atas garis khatulistiwa). Sedangkan wilayah selatan equator atau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara akan masuk (musim hujan) pada bulan November dan Desember,” ungkapnya.
Menurut Guswanto, perbedaan waktu awal musim hujan ini disebabkan karena angin muson timur masih berhembus dari Australia. Angin ini hanya membawa sedikit atau bahkan tidak membawa uap air sama sekali. Akibatnya, tidak terbentuk awan hujan yang memengaruhi musim hujan di Indonesia.
Wilayah Indonesia yang memasuki awal musim hujan pada Oktober 2023 adalah Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
Lebih lanjut, Guswanto menjelaskan, hujan yang terjadi seminggu ke depan disebabkan oleh berbagai faktor. Aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator diprakirakan aktif di Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Sebagian Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua dalam sepekan ke depan. Gelombang atmosfer Kelvin juga terpantau berada di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Papua.
“Sehingga, faktor-faktor tersebut mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” ujar dia.
Daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin terpantau memanjang dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Riau, Bengkulu bagian utara hingga Jambi, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat. Daerah lain yang menjadi tempat pertemuan kecepatan angin adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, Papua, dan Jawa Timur hingga JawaTengah.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” katanya.
(yd).
