LampungLampung Selatan

Pasca Keributan, Turnamen Bola Voli Merdeka Cup Palas Resmi Ditutup

Royalnews17.com — Semi Open Turnamen bola voli Merdeka Cup Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, akhirnya resmi ditutup pasca keributan pada laga Final Putri antara Tim BPM Kalirejo dan ANPAS Bangunan di Lapangan Voli Desa Bangunan, Rabu 23 Agustus 2023.

Keputusan tersebut diputuskan ketika musyawarah panitia penyelenggara dan suporter Tim Voli Putri ANPAS Bangunan di ruang kantor camat Palas, Kamis 24 Agustus 2023.

Musyawarah yang difasilitasi Camat dan Uspika Kecamatan Palas dilakukan secara tertutup itu dihadiri langsung Camat Palas Ns. Rosalina, M.Kep ; Kapolsek Palas AKP. Andy Yunara, SH. MH. ; Perwakilan Koramil 421-08/Palas, Sertu Iwan Ridwan, Ketua KOK Palas Kusnan ; Ketua Panitia Penyelenggara, Jarwono ; Perwakilan Tim ANPAS Bangunan, Suherman serta masyarakat Dusun II Desa Bangunan.

Ketua Panitia Semi Open Turnamen bola voli Merdeka Cup, Jarwono mengatakan hasil dari musyawarah turnamen bola voli merdeka cup resmi ditutup. Keputusan itu didasarkan ada beberapa opsi tuntutan pihak dari Tim Bola ANPAS Bangunan.

“Ada beberapa kesimpulan, yang artinya masalah ini sudah selesai dan kita buatkan berita acaranya. Artinya dengan ditutupnya kegiatan ini tuntutan mereka hangus,” kata Jarwono yang juga Kepala Desa Tanjung Sari itu pada saat diwawancarai wartawan didepan Kantor Kecamatan Palas, kemarin.

Adapun tuntutan yang pertama, kata Jarwono, jika tuntutan dari Tim ANPAS Bangunan disetujui, maka dipersilahkan lanjutkan Final tim Putra. Namun, jika tuntutan tidak diterima oleh panitia, maka semi open turnamen tidak dilanjutkan.

“Tuntutan mereka seperti itu kalaupun tidak diterima, semi open turnamen ditutup dan tuntutan kami dibatalkan,” kata Jarwono ketika menceritakan permintaan pihak pemain dari tim bola voli ANPAS Bangunan.

Lebih lanjut dia mengatakan meskipun kegiatan turnamen bola voli ini ditutup, pihaknya tetap akan memberikan hadiah untuk juara bersama.

“Jadi hasil kesepakatan kegiatan ini ditutup, tidak dilanjutkan, untuk hadiah tetap kita berikan yaitu juara bersama,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan tim bola voli ANPAS Bangunan, Suherman membenarkan adanya tuntutan yang dilayangkan ke pihak panitia. Pasalnya, diduga salah satu oknum panitia telah mencemarkan nama baik pihaknya Dusun II Desa Bangunan.

“Tuntutan kami karena diberhentikan, kami menuntut turnamen boli voli merdeka cup untuk tidak dilanjutkan atau ganti rugi selama kami mengikuti turnamen sebesar 20 juta. Jadi, ini sebagai bentuk pengobatan kami yang dibilang ‘monyet’ sama oknum salah satu panitia” kata Suherman.

Salah satu masyarakat kembali menyinggung ucapan oknum keamanan pada saat dilapangan bola voli, pihaknya meminta kepada yang bersangkutan untuk bertanggung jawab langsung atas perkataannya.

“Kalau masalah ucapan itu nanti ada tindak lanjut dari om Kusnan kapan kita kumpul semua masyarakat dusun II dan dia akan meminta maaf sama kita, menurut saya dia udah jentel,” tutur Suherman menjawab ucapan rekannya.

Kronologis;
Informasi yang di peroleh, laga Final tim putri BPM Kalirejo vs ANPAS Bangunan berlangsung sangat seru para pemain saling jual beli pukulan, sorak-sorakan para suporter pecah saat para pemain melancarkan pukulan keras dan tajam, saking senangnya merekapun saling nyawer kepada pemain sambil memasukan tangan ke jaring.

Namun dengan kejadian tersebut, di anggap oleh salah satu oknum panitia mengganggu konsentrasi para pemain, sehingga permainan sempat berhenti dan si oknum mengelurkan kata-kata jangan seperti ‘Monyet’ yang membuat para suporter tersingung, dari situlah timbul bersitegang antara suporter dengan oknum panitia tersebut namun tidak ada aksi anarkis, permainanpun langsung berhenti.

“Kami masih sebatas lumrah, karna kami tidak melakukan anarkis dan tidak melakukan kerusuhan, melihat pemain kami mainnya bagus sorak-sorakan udah biasa namanya supoter banyak, ucap salah seorang suporter ANPAS, saat didepam Kantor Camat Palas usai melakukan mediasi.

(yd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *