KriminalLahatSumatera Selatan

2 Pegawai BRI Dibalik Misteri Berkurang Uang Secara Gaib, Kerugian Hingga Rp. 5,2 Miliar

Royalnews17.com — Jajaran Kepolisian Polda Sumatra Selatan (Sumsel) berhasil berhasil mengungkap Misteri hilangnya uang secara gaib senilai Rp 5,2 miliar milik 70 nasabah BRI dan sempat membuat geger warga itu ternyata dikuras oleh dua orang pegawai BRI di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra Selatan.

Kedua beraksi sejak 2020 lalu dan menilap uang nasabah sebanyak Rp 5,2 miliar, yang sebagian besar lansia di Kabupaten Lahat, Sumsel akhirnya terungkap.

Dilansir dari media Beritasatu.com Kedua pelaku yang menjadi dalang otak pencurian uang nasabah tersebut adalah pria berinisial AW (35) yang bekerja sebagai office boy, dan seorang wanita berinisial VM (34) selaku costumer service di Unit BRI Tanjung Sakti, Lahat Cabang kota Pagaralam, Sumsel.

Keduanya ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh polisi lantaran diduga menguras uang tabungan milik para nasabah yang menabung di Kantor Cabang BRI di Tanjung Sakti Kabupaten Lahat.

Terungkapnya kejahatan perbankan ini bermula dari kecurigaan salah seorang korban yang menyebut uang di tabungannya berkurang. Padahal, selama menabung korban tidak pernah melakukan penarikan uang.

Kasus berkurangnya uang nasabah secara gaib yang membuat heboh warga di Kabupaten Lahat ini pun diselidiki oleh penyidik dari Subdit Perbankan Ditreskrimsus Polda Sumsel. Hasilnya, uang sekitar Rp 5,2 miliar di rekening tabungan milik 70 orang nasabah bukan hilang melainkan dicuri dan dikuras melalui ATM oleh kedua tersangka.

Menurut Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, AKBP Putu Yudha Prawira, SIK., M.H. uang milik puluhan nasabah tersebut dikuras oleh kedua tersangka dengan cara tidak menyerahkan kartu ATM milik nasabah yang baru membuka buku tabungan di Kantor Cabang BRI tersebut. Kedua tersangka beralasan kartu ATM belum bisa diserahkan ke nasabah karena akan diikutkan undian berhadiah.

“Nasabah setelah menyetorkan uang, buku tabungan langsung dikembalikan, namun ATM tidak diberikan dengan alasan akan ada program undian dari BRI,” kata AKBP Putu Yudha Prawira saat dikonfirmasi Sabtu (25/2/2023).

Setelah menguasai kartu ATM milik nasabah, para tersangka akan menarik uang yang ada di rekening tersebut. Penarikan uang dilakukan kedua tersangka saat korban hendak menyetorkan uang dengan cara mendatangi kantor bank.

“Namun, untuk mengelabui nasabah, salah satu tersangka yang berperan sebagai customer service memberikan nota hanya di tulis dengan tangan untuk diberikan ke nasabah dengan Alasan struk mesin sedang error,” ungkapnya.

Para nasabah yang sebagian besar Lansia percaya begitu saja dengan keterangan tersangka. Para korban mengira uang yang sudah ditabung tercatat di buku rekening mereka. Padahal, usai uang tersebut disetorkan oleh pelaku ke pihak bank, uang milik nasabah itu akan diambil oleh tersangka melalui mesin ATM.

“Mereka ini, satu Customer Service dan satunya lagi Office Boy. Nah Office Boy ini yang menunggu nasabah di depan bank dan mengarahkan nasabah yang mau menabung uangnya ke customer service tersebut,” ucapnya.

Dari hasil penyelidikan polisi, aksi kejahatan perbankan dengan cara kuras uang milik nasabah sudah dilakukan kedua tersangka sejak 2020 hingga 2023.

“Dua orang karyawan bank itu terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 200 miliar karena telah menipu sekitar 70 nasabah yang mayoritas berusia tua dengan total kerugian Rp 5,2 miliar,” pungkasnya.

(yd/yf).

One thought on “2 Pegawai BRI Dibalik Misteri Berkurang Uang Secara Gaib, Kerugian Hingga Rp. 5,2 Miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *