LampungLampung Selatan

Petani Kecamatan Palas Sambut Baik Akan Direalisasikan Pembangunan Jembat Way Pisang

Royalnews17.com — Para petani menyambut baik dengan akan direalisasikan pembangunan jembat Way Pisang, khususnya warga Desa Palas Aji, Desa Palas Pasemah Kecamatan Palas dan Marga Sari Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan yang akan dibangun tahun 2023.

Hal itu di sampaikan pada saat Musrenbangcam di Desa Bali Agung Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Desa (Kades) Palas Aji Herri Susanto, S.Pd, mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dengan akan di realisasikan pembangunan jembatan Way Pisang yang terletak di RT 01 Dusun 01 Desa Palas Aji.

Pasalnya jembatan tersebut sangat di butuhkan oleh Para Petani yang hendak membawa pupuk dan mengangkut hasil panen ke permukiman serta menurunkan Combine harvester alat pemanen saat musim panen raya.

“Besar harapan saya selaku mewakili seluruh petani Desa Palas Aji, dapat segera merealisasikan bantuan jembatan Way Pisang, sesuai dengan hasil Musrbangcam bapak Bupati akan membangun jembatan ditahun ini 2023, masyarakat sudah 2 tahun ini menyebrangi jembatan Bambu dan sangat kesulitan waktu musim panen untuk mengeluarkan padi dengan biaya yang tinggi,” kata Kades Palas Aji. Selasa (21/2/2023).

ia juga menyampaikan harapan para petani Kecamatan Palas khususnya Desa Palas Aji kepada Bupati Lampung Selatan.

“Saya berharap bapak Bupati dapat memaujudkan pengajuan jembatan untuk kesejahteraan masyarakat Lampung Selatan khususnya para petani Desa Palas Aji, Palas Pasemah dan Margasari Kecamatan Sragi,” ucap Kades dua priode itu.

Muslim Akmal Bahri selaku masyarakat membenarkan kalau jembatan tersebut adalah akses satu satunya jembatan.

“Untuk menyeberangkan Combine harvester di areal pesawahan Palas Aji dan Palas Pasemah di hulu jembatan klep, selama ini mereka harus mutar terlebih dahulu lewat Desa Pematang Baru,”

“Kami hendak ke sawah melewati jembatan bambu karena pas di belakang rumah kita dan ketika paska panen raya mengalami kesulitan menurunkan combet, harus keliling lewat Desa Pematang Baru, ia kalau di sana sudah mulai kuning padi nya, bisa lewat, kalau masih hijau terpaksa kami harus mengeluarkan biayanya numpang lewat, karena terpaksa mengusur padi yang belum wayahnya di panen,” pungkasnya.

(yd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *